HarianTerpercaya.com - Indonesia mengecam keras serangan terhadap warga dan infrastruktur sipil dalam eskalasi Houthi Arab Saudi, menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI yang dipantau di Jakarta, Selasa. Kemlu menyoroti serangan ke sejumlah bandar udara yang menimbulkan korban jiwa dan mengganggu penerbangan sipil.
Kemlu RI Soroti Serangan ke Bandara dan Korban Sipil
Kecaman itu disampaikan Kemlu melalui media sosial. "Indonesia mengecam keras segala bentuk serangan terhadap warga dan objek sipil serta menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dari dampak konflik bersenjata," demikian pernyataan Kemlu RI.
Indonesia menyatakan prihatin atas sejumlah serangan yang menargetkan bandar udara. Serangan itu menyebabkan jatuhnya korban jiwa, mengganggu operasional penerbangan sipil, dan berdampak besar pada keselamatan penerbangan.
Penekanan pada keselamatan penerbangan menunjukkan bahwa sorotan Indonesia tidak hanya tertuju pada korban, tetapi juga pada fasilitas sipil yang menopang lalu lintas udara.
Indonesia juga prihatin atas meningkatnya korban jiwa dari kalangan sipil dan situasi kemanusiaan yang kian memburuk di Yaman. Kemlu menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban meninggal dan berharap warga yang terluka segera pulih.
Eskalasi Houthi Arab Saudi Menyasar Dua Bandara
Ketegangan di Timur Tengah meningkat akibat pertempuran antara kelompok Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi. Pertempuran itu terjadi terutama di dekat Selat Bab Al-Mandab yang strategis.
Menurut laporan Xinhua, tiga orang tewas dan 36 lainnya terluka dalam serangan terbaru Houthi terhadap dua bandara di Arab Saudi. Otoritas Arab Saudi menyampaikan hal itu pada Rabu (7/10).
Angka korban tersebut memperlihatkan bahwa serangan mengenai fasilitas sipil, bukan hanya sasaran militer, sebagaimana yang dikhawatirkan Indonesia.
Kelompok Houthi mengonfirmasi telah melancarkan gelombang baru serangan rudal dan drone terhadap sejumlah bandara dan lokasi militer di kerajaan tersebut.
Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi menyebut serangan menyasar Bandara Internasional Abha di barat daya dan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Serangan terjadi pada Selasa (6/10) dan Rabu (7/10).
Kedua bandara itu berada di wilayah yang berjauhan, satu di barat daya dan satu di ibu kota. Hal ini menunjukkan serangan tidak terbatas pada satu lokasi.
Indonesia Desak Semua Pihak Menahan Diri
Menanggapi eskalasi tersebut, Indonesia kembali mendesak semua pihak terkait menghentikan serangan dan aksi balasan serta menahan diri secara maksimal.
Indonesia juga menyerukan agar semua pihak kembali ke hukum internasional, khususnya hukum humaniter internasional. Seruan itu mencakup penghormatan terhadap kedaulatan dan keutuhan teritorial semua negara di kawasan.
"Seluruh pihak terkait harus mengedepankan dialog dan diplomasi untuk meredakan ketegangan dan mencapai penyelesaian konflik secara damai," kata Kemlu RI.