Internasional

Anggota Parlemen Iran Desak Izin Kembangkan Senjata Nuklir

Ilustrasi Senjata Nuklir
Ilustrasi Senjata Nuklir

Anggota parlemen Iran dari kelompok garis keras, Mahmoud Nabavian, secara terbuka meminta Pemimpin Tertinggi Iran memberikan izin untuk mengembangkan senjata nuklir. Permintaan itu disampaikan dalam sebuah pertemuan di Kota Qom, di hadapan sejumlah tokoh dan warga, dan bertentangan dengan sikap resmi pemerintah Iran yang menyatakan program nuklirnya untuk kepentingan sipil.

Nabavian mengklaim gagasan tersebut disambut positif oleh peserta pertemuan. Menurut pengakuannya, sebagian hadirin memberikan respons antusias dan meneriakkan takbir setelah ia menyampaikan usulan itu. Klaim tersebut belum diverifikasi secara independen.

Selama bertahun-tahun, pemerintah Iran menegaskan bahwa aktivitas nuklirnya berkaitan dengan kebutuhan energi dan tujuan damai. Pengembangan senjata nuklir sendiri merupakan isu sensitif dalam politik domestik negara itu, dan seruan terbuka semacam ini jarang terdengar.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian sebelumnya menyatakan komitmen negaranya terhadap Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT). Ia juga menyampaikan bahwa Iran tidak memiliki rencana membangun bom atom.

Pernyataan Nabavian muncul ketika ketidakpastian keamanan di kawasan Timur Tengah meningkat. Ancaman eksternal dan ketegangan dengan sejumlah negara menjadi latar perdebatan mengenai arah kebijakan pertahanan Teheran.

Keputusan mengenai kebijakan nuklir Iran berada di tangan Pemimpin Tertinggi. Dengan demikian, seruan Nabavian belum merupakan keputusan resmi pemerintah untuk mengembangkan senjata nuklir.

Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari Pemimpin Tertinggi Iran atas permintaan tersebut.