Internasional

Inggris, Jerman, dan Swedia Minta Warga Timbun Pangan Hadapi Krisis Eropa

Suasana Perkotaan di Eropa
Suasana Perkotaan di Eropa

Pemerintah Inggris, Jerman, dan Swedia meminta warganya menyimpan persediaan makanan tahan lama, obat-obatan, dan air minum di rumah sebagai antisipasi krisis Eropa, mulai dari perang hingga serangan siber dan wabah penyakit. Imbauan itu dilaporkan AOL pada Selasa (27/10/2026) dan merupakan bagian dari rencana darurat yang kini disebarluaskan sejumlah negara di benua tersebut kepada publik.

Ketiga negara eropa tersebut mengungkapkan beberapa kemungkinan yang melatarbelakangi panduan itu, yakni perang, serangan siber, cuaca ekstrem, dan wabah penyakit. Warga diminta menyiapkan kebutuhan dasar dan persediaan darurta agar tetap bertahan jika pasokan terganggu.

Pemerintah Jerman menyarankan persediaan darurat yang cukup untuk sepuluh hari, termasuk dua liter cairan per orang setiap hari. Dalam pernyataan resminya, Berlin tidak hanya menyinggung skenario perang.

"Selain skenario perang, terdapat pula berbagai krisis di masa damai yang dapat memicu kekurangan pangan dan hambatan dalam rantai pasokan. Contohnya termasuk wabah penyakit pada hewan atau kecelakaan serius pada instalasi teknis berskala besar," tulis pernyataan resmi Pemerintah Jerman.

Di Inggris, pemerintah meluncurkan kampanye program "Be Ready" sejak pekan lalu. Setiap keluarga diimbau menyiapkan makanan, air, dan kebutuhan pokok untuk minimal tiga hari, di tengah kekhawatiran bahwa bencana alam, konflik bersenjata, dan keadaan darurat lain semakin sering terjadi.

Daftar perlengkapan yang dianjurkan bagi warga Inggris mencakup:

  • makanan yang tidak mudah rusak untuk tiga hari;
  • sembilan liter air minum kemasan per orang;
  • produk kebersihan dan perlengkapan mandi;
  • pakaian hangat, kantong tidur, dan selimut;
  • kotak P3K dan perlengkapan medis penting lainnya.

Swedia menyampaikan peringatan paling terang soal kemungkinan konflik di wilayahnya. Badan Pertahanan Sipil dan Ketahanan Swedia menyatakan situasi keamanan saat ini yang paling serius sejak Perang Dunia Kedua.

"Perang sedang berlangsung di sudut dunia kita. Ancaman teroris, serangan siber, dan penyebaran informasi yang menyesatkan digunakan untuk mencelakai serta memengaruhi kita. Serangan bersenjata terhadap Swedia tidak dapat dikesampingkan," demikian pernyataan badan tersebut.

Negara-negara Eropa tengah bersiap menyambut kemungkinan terburuk dari kondisi geopolitik eropa dan dunia saat ini.