Denpasar - Pembatasan BBM Bali berlaku mulai Sabtu (17/10) hingga Senin (19/10), dengan pembelian Pertalite maksimal 3 liter untuk sepeda motor dan 20 liter untuk mobil. Pengisian bagi kendaraan roda dua dan roda empat juga memakai sistem ganjil-genap di seluruh wilayah Bali. Aturan ini muncul setelah antrean panjang terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), yang menurut Pertamina dipicu gangguan teknis pada kapal pengangkut BBM.
Kebijakan tersebut mengacu pada Surat Gubernur Bali Nomor B.21.500.1/16673/V/DISNAKER.ESDM. Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menyatakan akan mengikuti aturan itu untuk membantu mengurai antrean di SPBU.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan aturan tersebut juga mengatur prioritas pengisian bagi kendaraan tertentu. Ambulans dan mobil pemadam kebakaran didahulukan. Truk, sebaliknya, hanya boleh mengisi BBM pada malam hari.
Untuk menjaga layanan selama kebijakan berjalan, Pertamina menyiagakan 66 SPBU yang beroperasi 24 jam. Rinciannya, 42 SPBU berada di Kota Denpasar dan 24 SPBU di Kabupaten Badung.
"Kami juga mendapat dukungan 100 personel TNI Kodam IX/Udayana sebagai operator SPBU di malam hari serta pengawalan patwal Polda Bali untuk kelancaran distribusi mobil tangki ke SPBU," kata Ahad dalam keterangan resmi, Jumat (16/10).
Menurut Ahad, pemulihan layanan BBM Bali dilakukan lewat penguatan pasokan, penambahan jam operasional SPBU, dan peningkatan kesiapan armada serta personel.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menjelaskan bahwa antrean bermula dari gangguan teknis pada kapal pengangkut BBM saat bongkar muat. Gangguan di bagian jangkar membuat jadwal kapal bersandar, yang semula Senin (12/10) pukul 06.30 WITA, mundur hingga sekitar pukul 22.00 WITA.
Simon menyebut konsumsi BBM bersubsidi yang meningkat ikut memengaruhi pasokan di tingkat penyaluran. Lonjakan penggunaan Pertalite, katanya, dipengaruhi selisih harga yang cukup jauh di pasaran.
Sebagai tindak lanjut, Pertamina menambah pasokan lewat armada kapal, mempercepat distribusi dari depo ke SPBU, dan memperpanjang jam operasional sejumlah SPBU strategis menjadi 24 jam.
Pertamina mengimbau masyarakat tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Informasi layanan SPBU di Bali bisa dipantau lewat akun Instagram resmi @patraniaga.jatimbalinus dan @pertaminabali. Kendala atau pertanyaan lain dapat disampaikan ke Pertamina Contact Center 135.
Pertamina juga menginstruksikan SPBU memasang pengumuman soal ketersediaan stok dan status operasional, sehingga warga bisa mengetahui kondisi layanan sebelum mengisi BBM.