Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Muhammad Saleh Mustafa memastikan stok beras nasional aman hingga 10 bulan ke depan. Cadangan beras nasional per Oktober 2026 tercatat 4,5 juta ton, yang disebutnya sebagai capaian tertinggi. Pernyataan itu disampaikan dalam acara Rembuk Nasional Pemuda Indonesia III di The Tribrata, Jakarta Selatan, Sabtu (31/10/2026).
Saleh hadir sebagai pembicara dan memulai paparannya dengan kesiapan sektor pertanian menghadapi perubahan musim.
Soal ketersediaan pangan, ia menyampaikan kondisi terkini secara singkat. "Stok pangan nasional kita aman, dan alhamdulillah sampai saat ini stok beras kita aman sampai 10 bulan ke depan," kata Saleh.
Dalam forum yang sama, Saleh membandingkan ketahanan pangan Indonesia dengan Inggris. Ia menyinggung kampanye "Be Ready" yang diluncurkan pemerintah Inggris pada 26 Oktober, berisi imbauan agar warga menyiapkan persediaan pangan pribadi untuk tiga hari, termasuk makanan kaleng dan air minum kemasan.
Menurut Saleh, imbauan tersebut menandakan pasokan pangan di kawasan Eropa mulai rentan. "Kalau saya menilai, ini berarti pemerintah Inggris sudah mulai tidak sanggup menyiapkan stok pangan bagi warganya, sehingga mereka mengampanyekan agar masyarakat menyiapkan pangan selama tiga hari," ujarnya.
Kondisi Indonesia, lanjut dia, jauh berbeda. Beras menjadi pangan pokok sebagian besar penduduk Indonesia, dan cadangan yang tersedia kini melampaui kebutuhan beberapa hari. "Jangankan tiga hari, kita punya cadangan beras selama 10 bulan ke depan. Itu strategi dan gagasan Bapak Presiden yang sangat kita banggakan," tutur Saleh.
Ia juga menyoroti minat para tokoh teknologi dunia terhadap sektor pertanian. Bill Gates dan Jeff Bezos, kata Saleh, kini menanamkan investasi pada lahan ratusan ribu hektare. Teknologi informasi akan terus melompat maju, ujarnya, tetapi bentuk pangan tidak akan berubah. "Nasi tidak akan menjadi nasi digital. Buah apel tidak akan menjadi apel digital," tegasnya.
Pangan, menurut Saleh, menopang kelangsungan hidup manusia, sehingga para investor besar berbondong-bondong masuk ke sektor ini. Ia menilai yang perlu diwaspadai adalah penguasaan pangan dunia oleh segelintir pihak.
Karena itu, Saleh menyatakan komitmennya mewujudkan empat fokus utama: swasembada pangan, pengembangan makanan bergizi, ketahanan energi, dan hilirisasi.
"Bapak Presiden Prabowo Subianto tidak boleh kalah langkah, kita tidak boleh tidak siap. Kita harus siap membangun kedaulatan pangan kita, karena kita takut kalau mereka mengontrol pangan secara global," pungkasnya.